Kenapa Cimol Bisa Meledak Saat Digoreng? Ini Rahasia Cimol Savana Tetap Aman dan Renyah!

Ditulis oleh: Admin Savana | 24 Februari 2026 | 3 Menit Membaca

Siapa yang punya trauma goreng cimol di rumah tapi malah berakhir seperti perang dunia? Tenang, kamu nggak sendirian! Kejadian "cimol meledak" adalah momok bagi banyak pecinta jajanan aci. Tapi, pernah nggak terpikir kenapa Cimol Savana selalu punya tekstur yang konsisten, kopong, dan yang paling penting: nggak meledak?


Tips Pro dari Kami:

1. Rahasia Suhu Minyak (Teknik Cold-Start)
​Kesalahan fatal paling umum adalah memasukkan adonan cimol ke dalam minyak yang sudah panas mendidih. Ini akan membuat bagian luar mengeras seketika sementara udara di dalam memuai dengan cepat, sehingga meledak. ​Di Cimol Savana, kami menggunakan teknik cold-start atau suhu api yang sangat kecil di awal untuk memastikan panas merata sampai ke inti adonan sebelum ia mengembang sempurna.

​2. Takaran Tepung yang Presisi
​Adonan yang terlalu banyak air atau tidak kalis sempurna cenderung menyimpan kantong uap air yang berbahaya. Kami menggunakan perbandingan Tapioka : Air yang sangat presisi sesuai standar SOP kami agar elastisitas kulitnya mampu menahan tekanan udara di dalam.

​3. Tekstur "Kopong" Adalah Kunci
​Kenapa harus kopong? Karena ruang kosong di tengah cimol memberikan tempat bagi udara panas untuk bergerak tanpa harus merusak dinding cimol. Hasilnya? Cimol yang ringan, garing di luar, tapi tetap kenyal saat dikunyah.